Dwi Budi Martono

Surabaya (beritajatim.com) – Badan Pertanahan Nasional (BPN) menargetkan seluruh tanah di Indonesia sudah tersertikasi pada 2025. Untuk mendukung percepatan pendataan ini, Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) menjalin kerja sama dengan Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Mereka menggelar seminar seminar bertajuk Implementasi Fit for Purpose Land Administration di Indonesia, di Gedung Robotika ITS, Selasa (15/11/2016).

Dwi Budi Martono ST MT, ketua panitia seminar menjelaskan, pihaknya juga mendatangkan Prof Stig Enemark, President Federation Internationale des Geometres yang juga penemu Fit for Purpose Land Administration.

“Tahun 2017, tiga kota besar di Indonesia yaitu Surabaya, Batam dan Jakarta harus sudah mulai melakukan administrasi pertanahan. Ditargetkan tanah di tiga kota tersebut sudah tersertifikat lengkap pada 2017 mendatang,” jelas Dwi Budiono.

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD, mengatakan bahwa ITS mendukung penuh program tersebut yang juga mendukung program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam merealisasikan SDG’s. “Negara yang beradab adalah negara yang ikut mendukung proses SDG’s,” tutur Joni.

Seminar yang membahas tentang perlunya dibuat peta dasar untuk pengurusan serifikat tanah melalui fit for purpose ini juga membahas enam dari 17 tujuan yang tertuang dalam SDG’s. “Di antaranya menekan tingkat kemiskinan, kelaparan, kesetaraan gender, kota berkelanjutan,  dan hak atas keberlangungan hidup,” papar Joni.

Dalam catatan sejarah, tambahnya, di Indonesia banyak pembangunan mangkrak akibat permasalahan administrasi lahan, pembebasan lahan dan pemetaan tanah. “Untuk menyelesaikan masalah tersebut, perlu adanya terobosam baru untuk administrasi tanah dengan baik,” tambah Joni.

Joni berharap dengan adanya seminar Fit for Purpose (FFP) ini mampu menjadi terobosan baru untuk menghasilkan sertifikasi tanah yang cepat dan murah. “Khususnya untuk Jawa Timur.  Harapannya Jatim bisa menjadi pelopor penerapan FFP,” tandasnya.

Adapun peserta yang hadir dalam seminar tersebut didominasi oleh para kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota/kabupaten se-Indonesia. Selain itu juga ada beberapa perwakilan Bappeda, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Badan Investasi dan Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur. [ito/suf]

Percepatan Pendataan Sertifikat Tanah