Prof. Stig Enemark

SURABAYAONLINE.CO-Program pemerintah Sustainable Development (SDg’s) yang menargetkan 100 persen tanah di Indonesia sudah bersertifikat pada tahun 2025 mendapat dukungan dari banyak kalangan, hal ini yang membuat Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) bekerjasama dengan Dapartemen Teknik Robotika Institut Tekhnologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menggelar seminar di Gedung Robotika ITS, Selasa (15/110 kemarin, yang bertemakan Implementasi Fit For Purpose Land Administration di Indonesia dengan mendatangkan President Federation Internationale de Geometers juga penemu Fit For PurposeLand Administration, Prof. Stig Enemark.

Seminar ini dilakukan karena disadari administrasi tanah di Indonesia harus dimulai, baik dari pemetaan tanah hingga pendaftaran tanah tersebut, Dwi Budi Martono, ST, MT selaku ketua panitia tersebut menjelaskan bahwasannya pada tahun 2017 ada beberapa kota yang harus mulai administrasinya, dijelaskan oleh Dwi Budi kota-kota tersebut di antaranya adalah Jakarta, Surabaya, dan Batam, diharapkan tiga kota lanjutnya sudah tersertifikasi pada tahun 2017 mendatang, selain itu ketiga kota tersebut mampu mendukung pemerintah untuk menargetkan lima juta sertifikat pada tahun 2017 mendatang.

Seminar ini juga membahas tentang perlunya dibuat peta dasar untuk pengurusan sertifikat tanah dengan melalui Fit For Purpose membahas enam dari 17 tujuan yang ada dalam SDG’s. diantaranya menekan tingkat kemiskinan, kelaparan, kesetaraan gender, kota berkelanjutan,  dan hak atas keberlangsungan hidup.

Sementara itu Rektor ITS, Prpf. Ir. Joni Hermana MscEs PhD, mengatakan ITS mendukung penuh program tersebut yang juga mendukung program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam merealisasikan SDG’s, Joni Hermana juga mengatakan menurut sejarah Indonesia membuktikan di Indonesia banyak pembangunan mangkrak akibat permasalahan admintrasi lahan, pembebasan lahan dan pemetaan tanah, untuk itu ia juga berharap dengan adanya seminar ini mampu menjadi terobosan baru untuk menghasilkan sertifikasi tanah yamg cepat dan murah, dan Jawa Timur diharapkan mampu menjadi pelopornya,

“ Negara yang beradap adalah negara yang ikut mendukung proses SDG/s, Khususnya Jawa Timur mampu menjadi pelopor penerapan FFP ini.” Tuturnya

Peserta pada seminar tersebut didominasi oleh kepala Badan Pertahanan Nasional (BNBP) Kota/Kabupaten se- Indonesia, juga ada beberapa perwakilan Bappeda, Dinas Cipta Karya Tata Ruang badan Investasi dan Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur. (yoski)

Pemerintah Targetkan Lima Juta Sertifikat Tanah di 2017